Karya : Sugeng Hannanto
Terbaring ia dirumhnya
Rumah yang belum membuat nya nyaman
Penuh dengan Perhatian yang menekan-nekan jiwa
Berbareng dengan kasih sayang teramat dalam
Terkadang ia meronta dalam jiwa
Tapi jiwanya masih terlalu lugu untuk menghujat
Hatinya tak jarang menolak
Hatinya tak jarang menolak
Tapi hatinya masih terlalu perawan untuk berkoar


.jpg)




.jpg)